Tag Archive for: Properti

Menghitung Cicilan KPR

Terdapat beberapa cara menghitung cicilan KPR sebelum menggunakannya untuk membeli rumah.

Well, kredit pemilikan rumah atau KPR adalah solusi pinjaman ke bank untuk membeli atau memperbaiki hunian.

Adapun perhitungan cicilan KPR dapat dilakukan secara manual maupun otomatis dengan kalkulator simulasi. Selain itu, perhitungan ini bisa dilakukan berdasarkan suku bunganya.

Untuk mengetahui cara menghitung cicilan KPR secara manual berdasarkan jenis bunganya, yuk, simak artikel ini hingga akhir!

Rumus Cara Menghitung Cicilan KPR secara Manual
Cara menghitung cicilan KPR secara manual dilakukan dengan menjumlahkan angsuran pokok dan bunga per bulannya.

Adapun hasil perhitungan KPR bergantung kepada jumlah pinjaman, bunga tetap, dan masa tenor.

Nah, ini rumus yang perlu diketahui untuk melakukan perhitungan cicilan KPR:

Cicilan pokok = Pinjaman / Tenor dalam bulan
Cicilan bunga per bulan = Pinjaman x Bunga tetap (%) x Tenor dalam tahun / Tenor dalam bulan
Total cicilan KPR per bulan = Cicilan pokok + Cicilan per bulan
Cara Menghitung Cicilan KPR berdasarkan Jenis Suku Bunganya
Nah, berdasarkan jenis suku bunganya, cara menghitung cicilan KPR adalah sebagai berikut:

Cara Menghitung Cicilan KPR Fixed Rate


Pertama, ada jenis suku bunga fixed atau tetap. Adapun suku bunga ini memberi kepastian angsuran dengan cicilan per bulan yang sama sampai akhir masa kredit.

Nah, jika kondisi perekonomian negara sedang berfluktuasi, cicilan tidak akan mengalami perubahan.

Selain itu, nasabah akan bebas denda walaupun melunasi cicilan di tengah masa tenor. Karena jumlahnya selalu tetap, cara menghitung cicilan KPR fixed rate tidak susah.

Well, ini contoh cara menghitung KPR fixed rate:

A ingin meminjam Rp300 juta untuk membeli rumah dengan bunga tetap 5% per bulan. Adapun tenornya selama 10 tahun atau 120 bulan.

Dengan begitu, perhitungan cicilan KPR menjadi seperti ini:

Cicilan pokok = Rp300.000.000 / 120 = Rp2.500.000

Cicilan bunga per bulan = Rp300.000.000 x 5% x 10 / 120 = Rp1.250.000

Total cicilan KPR per bulan = Rp2.500.000 + Rp1.250.000 = Rp3.750.000

Jadi, A harus membayar Rp3.750.000 setiap bulannya selama 10 tahun.

Baca juga: 7 Tips Memilih KPR yang Aman Sesuai Kebutuhan, Wajib Tahu!

Cara Menghitung Cicilan KPR Floating Rate


Kemudian, terdapat jenis suku bunga floating atau mengambang. Well, jenis suku bunga ini agak berisiko. Sebab, jumlah cicilannya bisa berubah setiap bulannya.

Nah, hal ini akan menguntungkan bila terjadi penurunan suku bunga pasar karena cicilan bulan itu juga berkurang.

Sementara itu, kerugian bisa dialami jika suku bunga pasar meningkat. Sebab, cicilan juga akan naik.

Adapun cara menghitung cicilan KPR floating rate harus dilakukan secara berkala sesuai suku bunga pasar setiap bulannya.

Nah, ini contoh cara menghitung cicilan KPR floating rate:

B meminjam Rp300 juta untuk membeli rumah dengan bunga tetap 5% selama satu tahun awal. Adapun tenornya selama 10 tahun atau 120 bulan.

Jadi, sama seperti contoh fixed rate, B harus membayar Rp3.750.000 setiap bulannya. Namun, ini hanya berlaku pada tahun pertama.

Kemudian, B dikenai bunga fluktuatif di tahun selanjutnya, yaitu sebesar 8%.

Dengan cicilan pokok yang tidak berubah, perhitungan KPR di tahun selanjutnya menjadi seperti ini:

Cicilan bunga per bulan = Rp300.000.000 x 8% x 10 / 120 = Rp2.000.000

Total cicilan KPR per bulan = Rp2.500.000 + Rp2.000.000 = Rp4.500.000

Jadi, B harus membayar Rp4.500.000 per bulan di tahun selanjutnya. Kemudian, B harus menghitung pembayaran per bulanan di tahun-tahun selanjutnya sesuai tren suku bunga.

Cara Menghitung Cicilan KPR Capped Rate


Selanjutnya, ada jenis suku bunga capped atau terbatas. Namun, tidak semua bank menyediakan cicilan KPR ini.

Nah, rate kredit pada suku bunga ini sesuai dengan perkembangan pasar tetapi bank akan membatasinya.

Misalnya, jika suku bunga pasar adalah 8,75%, bank mungkin akan membatasi rate-nya di angka 10,5%.

Ketika suku bunga pasar naik sampai 12%, cicilannya akan sesuai dengan batas maksimalnya, yaitu 10,5%.

Dengan demikian, nasabah mendapat keuntungan saat suku bunga pasar turun sedangkan cicilan ketika sedang naik tidak akan melebihi batas.

Well, cara menghitung cicilan KPR capped rate kurang lebih sama seperti floating, tetapi harus mengingat adanya batas bunga.

Adapun ini contoh cara menghitung cicilan KPR capped rate:

C meminjam Rp300 juta untuk membeli rumah dengan bunga tetap 5% selama satu tahun awal. Adapun tenornya selama 10 tahun atau 120 bulan.

Kemudian, bank menetapkan batasan bunga sebesar 10%.

Sama seperti contoh sebelumnya, B harus membayar Rp3.750.000 setiap bulannya di tahun pertama.

Setelah itu, jika suku bunga pasar 10% atau di bawahnya, C harus menghitung sesuai dengan trennya.

Namun, jika suku bunga pasar di atas 10%, C harus menghitung sesuai dengan batasnya. Dengan begitu, C harus membayar sesuai perhitungan ini:

Cicilan bunga per bulan = Rp300.000.000 x 10% x 10 / 120 = Rp2.000.000

Total cicilan KPR per bulan = Rp2.500.000 + Rp2.500.000 = Rp5.000.000

Baca juga: 7 Cara Beli Rumah KPR, Ketahui Dulu Syarat & Keuntungannya!

Cara Menghitung Cicilan KPR Hybrid


Terakhir, ada jenis suku bunga hybrid atau gabungan. Jadi, jenis suku bunga ini merupakan gabungan dari fixed dan floating atau bisa juga dicampurkan dengan capped.

Adapun cara kerjanya adalah bank akan membagi penggunaan jenis suku bunga per tahun sesuai masa tenor yang diajukan.

Misalnya, masa tenor yang diajukan adalah 15 tahun. Kemudian, bank menawarkan cicilan KPR seperti ini:

Pertama, 5% fixed pada tiga tahun awal. Nah, cicilan KPR tidak akan berubah pada masa ini.
Kemudian, 10% dan 5% capped pada dua tahun selanjutnya. Pada masa ini, cicilan bisa berubah tetapi tidak melewati batas yang ditetapkan.
Setelah itu, sisa cicilannya menggunakan jenis suku bunga floating selama sepuluh tahun. Ketika sampai di masa ini, cicilan akan terus berfluktuasi mengikuti suku bunga pasar.
Nah, cara menghitung cicilan KPR hybrid adalah dengan mengikuti perhitungan-perhitungan sebelumnya.

Jadi, perhitungan KPR per tahunnya sesuai dengan suku bunga yang ditentukan pada masa tersebut.

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara menghitung cicilan KPR secara manual berdasarkan suku bunganya.

Cari dan temukan rumah dijual area Jakarta TimurJakarta SelatanDepokBekasi dan Tangerang Selatan. Konsultasikan properti murah, mewah, dan strategis bersama kami. Dapatkan kenyamanan survey dan rekomendasi rumah di wilayah yang kamu cari bersama Amanah Property.

Untuk mencari rumah di wilayah lainnya anda dapat mencarinya di fitur yang tersedia di website kami. Hubungi marketing kami untuk informasi lebih lanjut dan konsultasikan permasalahan anda mengenai properti bersama kami.

Kunjungi juga media sosial kami di instagramx dan youtube.

Membeli rumah secara kredit (KPR) adalah keputusan finansial besar yang membutuhkan banyak pertimbangan. Berikut adalah beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum membeli rumah kredit:

Rumah Kredit

1. Kesiapan Finansial

  • Cek Kemampuan Keuangan: Pastikan penghasilan mencukupi untuk membayar cicilan KPR tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
  • Rasio Cicilan: Idealnya, total cicilan utang (termasuk KPR) tidak melebihi 30–40% dari penghasilan bulanan.
  • Biaya Tambahan: Siapkan dana untuk DP, biaya notaris, pajak, asuransi, dan biaya administrasi lainnya.

2. Pilihan Rumah yang Tepat

  • Lokasi Strategis: Pilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, atau fasilitas umum lainnya.
  • Kondisi Lingkungan: Pastikan lingkungan aman, bebas banjir, dan memiliki akses transportasi yang baik.
  • Legalitas Properti: Periksa status sertifikat tanah (SHM/SHGB), IMB, dan status kepemilikan untuk menghindari masalah hukum.

3. Pemilihan Bank dan Jenis KPR

  • Suku Bunga: Bandingkan suku bunga antara bank konvensional dan syariah. Perhatikan apakah bunga bersifat tetap (fixed) atau mengambang (floating).
  • Tenor Kredit: Pilih jangka waktu cicilan yang sesuai dengan kemampuan bayar. Semakin lama tenor, semakin besar total bunga yang dibayar.
  • Promo dan Subsidi: Cek apakah ada program subsidi pemerintah seperti FLPP atau promo dari pengembang/bank.

4. Kredibilitas Pengembang dan Bank

  • Track Record Developer: Pastikan pengembang memiliki reputasi baik dan proyeknya tidak bermasalah.
  • Kredibilitas Bank: Pilih bank dengan layanan KPR yang transparan dan memiliki reputasi baik dalam memberikan pinjaman.

5. Simulasi Cicilan dan Perjanjian Kredit

  • Hitung Simulasi KPR: Gunakan kalkulator KPR untuk mengetahui besaran cicilan bulanan dan total biaya yang harus dibayar.
  • Baca Perjanjian Kredit: Pelajari dengan teliti isi perjanjian kredit, termasuk penalti pelunasan dipercepat, asuransi, dan biaya lainnya.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat menghindari masalah finansial dan memastikan rumah yang dibeli sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan Anda. 🚀

Cari dan temukan rumah dijual area Jakarta TimurJakarta SelatanDepokBekasi dan Tangerang Selatan. Konsultasikan properti murah, mewah, dan strategis bersama kami. Dapatkan kenyamanan survey dan rekomendasi rumah di wilayah yang kamu cari bersama Amanah Property.

Untuk mencari rumah di wilayah lainnya anda dapat mencarinya di fitur yang tersedia di website kami. Hubungi marketing kami untuk informasi lebih lanjut dan konsultasikan permasalahan anda mengenai properti bersama kami.

Kunjungi juga media sosial kami di instagramx dan youtube.

Berikut ulasan mengenai Jakarta Selatan terdiri dari 10 kecamatan yang masing-masing memiliki karakteristik unik dalam hal properti. Berikut adalah gambaran umum mengenai kecamatan-kecamatan tersebut:

Peta Kecamatan Jakarta Selatan
  1. Kebayoran Baru: Dikenal sebagai kawasan elit dengan banyak perumahan mewah dan pusat bisnis. Menjadi pilihan utama bagi investor real estate karena lokasinya yang strategis dekat dengan pusat bisnis Jakarta.
  2. Setiabudi: Merupakan area favorit untuk pengembangan residensial premium. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan pusat bisnis menjadikannya pilihan utama bagi profesional dan ekspatriat.
  3. Tebet: Kawasan yang berkembang dengan berbagai pilihan perumahan dan fasilitas umum yang lengkap. Menawarkan akses mudah ke berbagai bagian kota.
  4. Mampang Prapatan: Terkenal dengan area Kemang yang menjadi pusat hiburan dan kuliner, serta memiliki banyak pilihan properti modern.
  5. Pasar Minggu: Menawarkan perumahan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kawasan lain di Jakarta Selatan, namun tetap memiliki akses yang baik ke pusat kota.
  6. Jagakarsa: Nilai jual properti di Jagakarsa cukup kompetitif dibandingkan daerah lainnya di Jakarta Selatan, menjadikannya pilihan menarik bagi pembeli properti.
  7. Cilandak: Memiliki berbagai kompleks perumahan dan dekat dengan pusat perbelanjaan serta fasilitas pendidikan internasional.
  8. Kebayoran Lama: Kawasan yang terus berkembang dengan berbagai proyek properti baru dan akses transportasi yang semakin baik.
  9. Pancoran: Lokasinya strategis dengan akses mudah ke jalan tol dan transportasi umum, serta memiliki berbagai pilihan perumahan.
  10. Pesanggrahan: Menawarkan lingkungan yang lebih tenang dengan berbagai pilihan perumahan, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah kota.

Setiap kecamatan di Jakarta Selatan memiliki keunikan tersendiri dalam hal properti. Pemilihan lokasi yang tepat akan sangat bergantung pada kebutuhan, preferensi, dan budget Anda.

Cari dan temukan rumah dijual area Jakarta TimurJakarta SelatanDepokBekasi dan Tangerang Selatan. Konsultasikan properti murah, mewah, dan strategis bersama kami. Dapatkan kenyamanan survey dan rekomendasi rumah di wilayah yang kamu cari bersama Amanah Property.

Untuk mencari rumah di wilayah lainnya anda dapat mencarinya di fitur yang tersedia di website kami. Hubungi marketing kami untuk informasi lebih lanjut dan konsultasikan permasalahan anda mengenai properti bersama kami.

Kunjungi juga media sosial kami di instagramx dan youtube.

Tips dan Trik Membeli Properti: Panduan Pintar untuk Mencari Hunian Idaman.

Memiliki hunian idaman adalah impian bagi banyak orang. Membeli properti merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan perencanaan dan pertimbangan matang. Jika Anda tengah mencari panduan pintar dalam membeli properti, berikut adalah beberapa tips dan trik Amanah Property yang dapat membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

1. Tentukan Budget Anda Secara Realistis
Langkah pertama sebelum membeli properti adalah menentukan budget dengan cermat. Pastikan Anda memahami besarnya dana yang dapat Anda alokasikan untuk pembelian hunian. Perhitungkan juga biaya tambahan seperti pajak, asuransi, biaya notaris, dan lainnya. Dengan menetapkan anggaran secara realistis, Anda dapat fokus mencari properti yang sesuai dengan kemampuan keuangan Anda.

2. Lokasi, Lokasi, Lokasi
Salah satu faktor penting dalam membeli properti adalah lokasi. Pilihlah lokasi yang strategis dan memiliki potensi pertumbuhan di masa depan. Dekatnya properti dengan pusat kota, sekolah, transportasi umum, dan fasilitas umum lainnya dapat meningkatkan nilai investasi Anda. Jika memungkinkan, lakukan survei lapangan untuk memahami kondisi lingkungan sekitar.

3. Cari Properti yang Sesuai Kebutuhan
Setelah menentukan anggaran dan lokasi, identifikasi kebutuhan Anda dengan jelas. Berapa banyak kamar tidur yang Anda perlukan? Apakah Anda menginginkan taman atau garasi? Pertimbangkan juga perkiraan masa depan, apakah Anda berencana menambah anggota keluarga atau membutuhkan ruang tambahan untuk bekerja dari rumah. Dengan mengidentifikasi kebutuhan secara rinci, Anda bisa fokus mencari properti yang sesuai.

4. Gunakan Jasa Agen Properti Terpercaya
Memilih agen properti yang berpengalaman dan terpercaya dapat membantu proses pencarian dan negosiasi. Agen akan membantu Anda menemukan properti yang sesuai dengan kriteria yang Anda inginkan. Mereka juga dapat membantu dengan proses administrasi dan perizinan. Cari agen yang memiliki rekam jejak yang baik dan ulasan positif dari klien sebelumnya.

5. Periksa Kondisi Properti Secara Mendalam
Sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan Anda memeriksa kondisi properti secara menyeluruh. Periksa struktur bangunan, sistem kelistrikan, sanitasi, dan fasilitas lainnya. Jika perlu, mintalah bantuan seorang appraisal properti profesional untuk mendapatkan penilaian yang lebih akurat. Informasi ini akan membantu Anda dalam proses negosiasi harga dan memastikan Anda tidak terjebak dengan properti yang memerlukan renovasi besar.

6. Cek Legalitas Dokumen Properti
Pastikan semua dokumen properti seperti sertifikat, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), dan dokumen lainnya dalam keadaan lengkap dan sah. Periksa juga riwayat kepemilikan properti untuk menghindari masalah hukum di masa depan. Jika perlu, mintalah bantuan seorang ahli hukum properti untuk memeriksa dokumen-dokumen ini.

7. Jangan Terburu-buru dalam Pengambilan Keputusan
Membeli properti adalah keputusan besar yang mempengaruhi kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pikirkan dengan matang dan pertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk membeli.

8. Tawar Harga dengan Bijak
Jika Anda sudah menemukan properti yang sesuai, jangan ragu untuk melakukan negosiasi harga. Lakukan riset harga properti sejenis di wilayah tersebut agar Anda memiliki dasar argumen dalam menawar. Namun, tetaplah realistis dan bijaksana dalam melakukan negosiasi.

9. Amati Kondisi Pasar Properti
Sebelum membeli, perhatikan juga kondisi pasar properti saat ini. Jika sedang booming, Anda mungkin perlu bertindak cepat. Namun, jika pasar sedang menurun, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih baik dengan kesabaran dan tawar-menawar.

10. Periksa Fasilitas dan Infrastruktur di Sekitar
Akhirnya, pastikan Anda memeriksa fasilitas dan infrastruktur di sekitar properti yang akan Anda beli. Keberadaan sarana seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, taman, dan tempat hiburan dapat mempengaruhi kenyamanan hidup Anda di sana.

Dengan mengikuti tips dan trik di atas, Anda diharapkan dapat melakukan pembelian properti dengan bijaksana dan mendapatkan hunian impian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda. Ingatlah bahwa membeli properti adalah investasi jangka panjang, maka pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan.

Amanah Property siap membantu anda untuk menemukan hunian rumah yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jika ingin mengetahui properti rekomendasi kami, bisa cek Alamanda Bantar Jati dengan click di tulisan ini.

Selamat mencari dan semoga berhasil!